Dalam remang, entah pagi entah siang entah sore entah malam, kami terus menerus saling menguji daya cinta lidah kami. Selalu remang. Hanya remang. Lebih baik remang -- karena cinta yang jelas dan terang, yakin dan pasti, bersih dan steril, seperti bukan cinta lagi. Jadi memang takbisa kulihat wajahnya dengan jelas -- apakah masih bisa dilihat dari sebuah wajah yang terlalu dekat, begitu dekat, sehingga takberjarak, ketika saling menguji lidah, selain ketakjelasan dalam keremangan dengan cahaya lembut yang berusaha menembus gorden?
Mungkin itu sebabnya aku lebih sering ingat gorden daripada wajahnya, karena hanya dari balik gorden itu datang cahaya yang hanya membuat ruang menjadi temaram. "Tutup matamu," katanya. Kupejamkan mataku dan kutahu ia memejamkan matanya. "Berikan cintamu," katanya dan kupersembahkan cintaku dalam percakapan tanpa kata karena lidah kami menyatakan segalanya dengan lebih nyata daripada kata-kata dalam tatabahasa sempurna mana pun di dunia.
Linguae, sejumlah cerita karya Seno Gumi Ajidarma yang pernah dipublikasikan di sejumlah Media di Indonesia seperti Kompas dan Koran Tempo, yang belum cuma Perahu Nelayan Melintas Cakrawala. Ada 14 cerita pendek dalam buku ini yang masing - masing memiliki kisah dan makna yang berbeda, semuanya kental dengan imajinasi dan kata - kata unik dan mengejutkan khas seorang Seno.
Satu cerpen yang paling saya suka dalam buku ini, selain Linguae adalah Cintaku Jauh di Komodo, yaitu cerita tentang cinta abadi dua orang yang tidak habis ditelan reinkarnasi, walaupun pasangannya terlahir kembali menjadi seekor komodo.
Banyak nasehat tentang cinta di situ, seperti yang saya kutip di bawah ini :
Cinta yang abadi kukira bukanlah sesuatu yang ditakdirkan, cinta yang abadi adalah sesuatu yang diperjuangkan terus menerus sehingga cinta itu tetap ada, tetepa bertahan, tetap membara, tetap penuh pesona, tetap menggelisahkan, tetap misterius, dan tetap terus menerus menimbulkan tanda tanya : Cintakah kau padaku? Cintakah kau padaku?
Setuju nggak nih? =)
Informasi buku :

Judul : Linguae
Pengarang : Seno gumira Ajidarma
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 130 hlm
Cetakan : I, Maret 2007
Posted on June 9, 2007 9:05 PM | Permalink
TrackBack URL for this entry:
http://bintangjatuh.com/mt-tb.cgi/33
tak ada kisah cinta di alas tlogo. mereka lupa cinta sodara......
Posted by senja | June 12, 2007 4:23 PM
hem, kayanya menarik :)
tapi kenapa covernya gambar ce trus hitam putih yah??
Posted by rpb | June 13, 2007 9:58 PM
Thanks atas review-nya, kayaknya emang menarik yach :)
Posted by guebukanmonyet | June 14, 2007 12:53 PM
kemarin mau beli tapi lebih naksir bhaltassar odyssey. pan kapan ae dibawa pulang nih buku. :D
dari 5 bintang kau ngasih brapa bintang kang untuk ini?
Posted by devie | June 15, 2007 5:36 PM
iyah setuju goz.. :)
Posted by mcngdgn | June 15, 2007 6:43 PM
Sepertinya, sudah siap ke jenjang berikut nih... :-?
Posted by -k- | June 15, 2007 8:10 PM
thanks for the review. setidaknya gw jadi berpikir untuk gak melulu baca harlequin. otak gw udah kena racun nih
Posted by muthe | June 16, 2007 9:14 PM
as always...
awesome
Posted by nellieeeeeeee | June 17, 2007 9:36 AM
goz, highly eloquent ya, 'cinta'nya Pak Seno... masih tinggal di seputaran bunderan UGM ngga yah beliau? Goz, anak-mama udah bangun dari bobo siangnya tuh...monggo pinarak nggih...
Posted by harigemintang | July 18, 2007 4:14 PM