Kemarin saya diajari permainan two truth and a lie game, sebuah permainan sederhana yang intinya setiap orang dalam satu grup membuat 3 kalimat atau frase tentang dirinya sendiri, dan salah satunya harus sebuah kebohongan, setiap member grup nanti akan menebak kalimat mana yang berisi kebohongan.
Misalnya saya bilang ke grup begini, "saya tidak suka membaca komik, saya menderita epilepsi, dan saya belum menikah", bisa ditebak yang mana yang bohong?
Ternyata dalam grup saya, sangat mudah menebak kalimat ke berapa yang merupakan kebohongan, karena setiap member umumnya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat kebohongan dibandingkan dengan mengucapkan kalimat yang berupa fakta. Walaupun ada juga yang pandai membuat ketiga kalimat tersebut menjadi begitu rapi tanpa cela.
Dari pola seperti itu, saya sempat kurang tidur... halah, ehm.. maksud saya, saya jadi pengen tau, apakah ada perbedaan kinerja otak ketika berbohong dan jujur? apakah jalur sinyalnya berbeda? berapa perbedaan waktunya? ...halah.
Singkatnya saya kira ketika berbohong otak bekerja lebih dibandingkan dengan jujur, karena menurut saya ketika ngomong fakta atau kejujuran data yang ada di memori tinggal dipanggil, sebaliknya kalau bohong otak perlu membuat data baru dari data yang sudah ada.. hahaha.. sok pakar, eh bener nggak sih?
Dan ternyata saya banyak salahnya, menurut wikipedia, polygraph lebih banyak mengumpulkan data dari variabel psikologis misalnya tekanan darah, denyut jantung dan pernafasan. Kesimpulannya sekarang saya nggak kurang tidur lagi, tapi jadi tambah pusing =), tapi menurut saya kalo dilihat dari jalur signal di otak pada dasarnya jujur itu lebih gampang dibanding berbohong.. *halah :D
Bahan bacaan :
http://www.benbest.com/philo/lying.html
Bapak saya seorang juru masak tapi dalam hal masak - memasak saya cuma bisa bikin mie instan dan telur ceplok =). Untung ada Roger, guru sekaligus teman saya yang baik hati yang mau mengajarkan saya bagaimana membuat masakan simpel, praktis dan bergizi a la Amerika, jadi saya punya satu portfolio lah minimal dalam dunia masak - memasak =).
Nggak seperti masakan khas Indonesia yang banyak bumbu dan banyak step - step nya, aku aja sampe bingung kalo liat Bapak saya bikin rendang, soto atau sambal goreng, rempah - rempahnya aja susah diinget jenis - jenisnya. Mashed Potato lebih mudah bahan sama cara buatnya. Masakan kayak gini cocok buat kita yang hidup sendiri, males masak dan jauh dari istri rumah... tapi ada syarat terakhirnya... harus lagi bosen sama pecel apa sego sambel hahaha...
Ok kita mulai aja kelas masaknya. Bahannya adalah, 2 kilo kentang, satu buah bawang bombay, satu buah bawang putih, garam, mentega dan susu secukupnya. Cara membuatnya kupas kentang dan potong kotak kecil - kecil, rendam ke dalam air dingin, kemudian rebus kentang dengan bawang bombay, bawang bombaynya cum dipotog jadi dua bagian. Tunggu sampai 30 menit. Oh ya ini cukup buat 10 orang lho.. kalo buat sendiri saya ga tau, soalnya contohnya kemarin buat 10 orang hehehe..
Dah jadi, setelah ditiriskan, buang bawang bombaynya tadi, ganti dengan bawang putih yang sudah dihancurkan, tambahkan garam dan juga mentega secukupnya, trus blender sampai halus sembari dicampurkan susu sampai jadi halus. That's all.. my first mashed potato siap dimakan, enaknya dimakan sama ayam goreng atau kornet pas masih anget, sama telur ceplok juga bisa kali ya, yang penting ada sambelnya hehehehe..
Oh iya sori ga ada gambarnya, lupa motret, ga punya kamera sih, kere hehehe.. yang jelas enak lah