I love Apple

The Sandhills of Arabia

Setelah mudik bersama Fatimah Chen Chen, saya juga ditemani The Sandhills of Arabia dalam perjalanan balik-mudik di kereta api dan juga di rumah, ada satu buku lagi tapi bukan novel saya belum bisa membuat review nya karena masih diluar kemampuan saya, mungkin sahabat tertarik judulnya Psikologi dalam Perspektif Hadits (al-Hadits wa Ulum an-Nafs) tulisan Dr. Utsman Nurujati.

Novel ini aslinya ditulis oleh Laila Hasib dalam bahasa Inggris dan diterbitkan oleh International Publishing Co, Islamic Propaganda Organization, Teheran, Iran. Di Indonesia novel ini diterjemahkan oleh Elka Ferani dan diterbitkan oleh Penerbit Zahra. Buku ini terdiri dari dua novel, yaitu The Sandhills of Arabia dan The Diamond in the Sand, yang merupakan sequel-nya.

sampul buku
ISBN : 979-98470-5-2

Pada bagian kata pengantar banyak pengetahuan yang saya dapatkan, novel ternyata tidak selalu menjadi sebuah hiburan tetapi kadang juga bisa menjadi alat penyebaran informasi dan doktrin yang cukup efektif. Laila Hasib adalah salah satu penulis Muslim yang meng-counter penyebaran doktrin terselubung dari tulisan barat yang menyerang Islam. Itulah mengapa novel ini seringkali disebut sebagai refutation of anti-Muslim charges.

Kembali ke Novel The Sandhills of Arabia, novel ini menceritakan tentang persahabatan antara dua orang gadis remaja dengan setting lokasi di Kuwait di tengah suasana perang semasa pendudukan Irak hingga pasukan Sekutu di bawah pimpinan Amerika Serikat membebaskan negara itu lewat Operation Desert Storm.

Kedua gadis itu adalah Syahidah, gadis cerdas yang sedang mencari jatidiri, yang baru saja kehilangan ayahnya dan terpaksa mengungsi bersama adik dan ibunya yang sedang hamil. Di tengah carut marutnya peperangan Syahidah merajut tulusnya persahabatan dengan Mary, Mary 0 'Brien nama lengkapnya. Gadis yang sejatinya terlahir dari keluarga Muslim, namun diadopsi oleh seorang misionaris Kristen.

Kisah persahabatan yang menarik, dialog - dialog yang cerdas antara Syahidah dan Mary O' Brien akan selalu kita temui sepanjang cerita. Banyak pemikiran Laila Hasib tentang Islam yang akan menambah pengetahuan kita tertulis di situ. Selain dapat kita simpan dalam hati, cinta sejati ternyata tidak hanya terjadi antara lawan jenis, persahabatan sejati yang tulus juga struktur dasarnya adalah cinta.

"Nama aslimu adalah Zahida Abdul nur. Sekarang apa yang akan kau lakukan? Akankah kau tetap menjadi Mary O'Brien? Atau akankah kau menemukan dirimu yang sebenarnya?" Syahidah menangis pelan saat Mary bertolak pergi dengan menunggang untanya. Jilbabnya berkibar-kibar ditiup angin. Ia tidak akan pernah tahu apakah Mary memilih Islam dan menemukan kedua orang tua kandungnya. Setidaknya aku telah menemukan diriku yang sebenarnya, pikir Syahidah sambil membolak-balik botol kecil berisi pasir negeri Kuwait di saku pakaiannya.

Kisah cinta, persahabatan, dan perjuangan mereka untuk bertahan hidup di tengah-tengah suasana perang dan ganasnya sahara benar-benar bakal menguras simpati dan keharuan Anda. Sementara Mary, harus menghadapi kenyataan pahit bahwa takdirnya telah terenggut, terenggut oleh ayah adopsinya.

Bagaimana tertarik? afwan tidak ada sinopsis, jari saya masih kaku malas untuk mengetik =)

Tags: