I love Apple

Saya Makan Apel

Tepat awal bulan oktober saya mencoba memulai menulis blog lagi. Seperti biasa, harapan saya mudah - mudahan sekarang tidak bongkar pasang seperti dulu. Selera tampilan blog saya masih belum berubah, simpel dan mini, teman untuk menulis blog juga kembali seperti dulu, movabletype, setelah kemarin sempat dengan angkuhnya ingin merasakan atmosfer typo dan Ruby on Rails, namun akhirnya saya menyerah.

more »


Blog Juga Perlu Statistik

Setelah menerbitkan blog tentunya kita ingin tahu blog kita ini diterima dengan baik oleh blog-o-sphere nggak sih? Bagaimana cara mengetahuinya? Saya mencatat ada beberapa cara dan juga tools untuk mengetahui "tingkat keberhasilan" sebuah blog, contoh paling hebat adalah ketika blog kita masuk nominasi blog indonesia tahun ini, no doubt! blog anda sudah pasti diterima di blog-o-sphere dengan sangat baik.

Cara yang kedua adalah dengan menghitung jumlah link dari blog lain ke blog kita dengan bantuan technorati, bisa juga hasil search google web yang memiliki link ke blog kita seperti yang pernah dilakukan oleh priyadi, terakhir yang paling sederhana adalah menghitung jumlah hits.

more »

Tags:


Nggak Penting

Cuma pikiran aneh yang lewat dan nggak penting gara - gara browsing wikipedia. Ceritanya begini, tepat pukul 6.00 AM (GMT -10), tanggal 6 Oktober 1984, dua orang bayi lahir, bayi A lahir di sebuah rumah sakit di Honolulu, Hawaii ( GMT -10). Bayi B lahir di sebuah klinik di Kiritimati (GMT +14).

17 Tahun kemudian bayi B sudah tumbuh menjadi seorang gadis remaja cantik yang smart, aktif dan menyukai seni dia melanjutkan kuliah di Desain Komunikasi Visual, Hawaii University. Dia terbang dari Cassidy Airport, Kiritimati, yang pada waktu itu pukul 8.00 AM, sampai di Honolulu pukul 9 PM tanggal 8 Agustus 2002. Bayi A juga tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang kreatif dan banyak ide, punya hobby membuat vector art, kuliah di tempat yang sama dan jurusan yang sama dengan bayi B tadi.

Pertanyaan saya, pada saat dilahirkan umur kedua orang itu berbeda berapa hari? =) Setelah bertemu di Universitas Hawaii, umur mereka berbeda berapa hari? Setelah bayi B melakukan perjalanan dari Kiritimati ke Honolulu sebanyak 10 kali, berturut - urut setiap 1 tahun satu kali dengan istirahat di Kritimati hanya 1 detik, berapa perbedaan umur mereka?

Tags:


Ayo Ngaji

Mumpung masih dalam suasana ramadhan, beberapa hari ini saya iseng ngobrol - ngobrol sama teman kost, office boy kantor dan temen kuliah tentang pengalaman ngaji waktu kecil. Daripada ngomongin orang =)

Ternyata ceritanya hampir sama, bahkan sampai detail - detailnya. Belajar ngaji di masjid kampung, ustadz-nya "galak" selalu bawa sapu, penggaris atau bambu penunjuk papan tulis sebagai "senjata", tapi alhamdulillah ongkos belajar ngajinya gratis.

Dan kalau kamu sedang beruntung, bisa satu kali, dua atau beberapa kali, sapu, penggaris atau bambu itu mendarat di punggung atau kopiah kamu karena bandel, nggak hafal ayat Al-Qur'an atau Hadits yang pernah diajarkan.

Saya termasuk salah satu yang beruntung, karena penggaris pak Ustads sempat meyentuh kopiah saya, gara - gara saya nggak hafal do'a qunut. *grin*

Entah karena penyebaran budaya di pulau jawa yang sangat baik atau memang ada kurikulum informal dari jaringan anak - anak ngaji di jawa? =). Cara anak - anak menanggulangi serangan senjata pak Ustadz di Cirebon, Pati, Gresik, Trenggalek ternyata sama, pake buku yang dipasang di balik kopiah hitam khas Indonesia atau dibalik baju koko.

Dengan tameng intelektual itu mau dipukul berapa kali pun tidak akan sakit, asal jangan cengar - cengir, pak ustadz bisa curiga, kok senjata nya nggak mempan =). Hehehehe.. kreatif bukan? =)

Nah, kalau cerita belajar ngaji waktu kecil kamu bagaimana?

Tags:


Thank You For Smoking

Bukan film baru, cuma saya kebetulan baru kesampaian nonton beberapa hari kemarin. Sebuah komedi satir yang diangkat dari novel karya Christopher Buckley berjudul sama.

Film ini menceritakan tentang kehidupan seorang lobbyist Big Tobacco Academy, sebuah perusahaan yang hidup dari rokok, melawan kampanye peraturan baru yang mengharuskan roko memasang label racun diluar kemasannya.

Selain sebagai seorang lobbyist yang terus memperjuangakan image Big Tobacco di mata masyarakat Washington DC, Nick Naylor -- yang diperankan dengan baik oleh Aaron Eckhart -- juga harus membagi waktu menjadi seorang ayah yang baik bagi Joey (Cameron Bright), yang hidup bersama ibu dan ayah tirinya.

Konflik menarik terjadi antara Nick dengan sang senator dan bawahannya, juga Nick dengan mantan istri serta suami baru mantan istrinya karena masalah hak asuh Joey.

Masalah semakin rumit ketika datang Heather Holloway -- diperankan oleh si cantik Katie Holmes -- seorang reporter yang rela melakukan apapun demi mendapatkan sebuah berita. Nick yang terkenal pandai beradu argumen dan menyimpan rahasia, akhirnya Nick takluk juga ditangan Miss Holloway.

Semua rahasia Nick diungkap di media, karir Nick yang gemilang diambang kehancuran, Big Tobacco pun demikian. Namun bisa ditebak, akhirnya Nick dapat mengatasi masalah demi masalah yang dihadapinya dengan baik.

Banyak pelajaran yang bisa didapat dari film ini, terutama untuk yang doyan beradu argumen, bagaimana melakukan self-defend dan seterusnya. Dari film ini juga mitos bahwa lelaki hebat selalu kalah ditangan perempuan karena nafsunya, diceritakan kembali. Masih ingat bagaimana Alexander The Great jatuh bangun di bawah kaki Cleopatra? mungkin terlalu dramatis tapi di film ini juga terjadi =).

Tags:


Senyum Musim Semi

Bolehkah ku sentuh hatimu
dengan jemari sajakku?
Mungkin baitnya remedi
yang bisa ubah pedarmu jadi senyum musim semi

Tags:


Fatimah Chen Chen

Seperti judulnya, novel yang ditulis oleh almarhum Motinggo Busye itu bernada islami dan mengisahkan perjalanan hidup seorang wanita. Karya novelis besar tersebut sarat dengan lika-liku perjalanan hidup dan konflik batin para tokohnya. Tokoh utamanya adalah Chen Chen, seorang wanita Taiwan yang setelah menjadi Muslimah berganti nama menjadi Fatimah Chen Chen.

sampul buku

Sinopsis :
Setiap orang mempunyai kenangan pahit dan indah dalam hidupnya. Juga Chen-Chen, yang kini dikenal sebagai Fatimah Chen Chen binti Ali Asghar. Sama dengan Belinda Liu, kakak perempuannya, jika mengenang masa silamnya di Taipei, Taiwan, di masa remaja, semua ada pahit dan indahnya.

Chen Chen Margaretha Liu, anak jutawan, suka keluyuran. Namun, bukan sekadar berkeliling di Kota Taipei bersama teman-temannya. Ia malah pernah berdiam di Jakarta dengan bekerja di Konsulat China Formosa dan mampu berbahasa Indonesia meskipun kurang baik.

Sempat pula Chen Chen berpetualang di Chiang Mai, Thailand, tak cuma keluar-masuk ruang disko di Kota Bangkok. Ia berpetualang pula di permukiman masyarakat muslim di Pattani, Thailand Selatan.

Kendati banyak bergaul dengan remaja China, ia justru pertama kali jatuh cinta dalam pesawat China Airlines dalam perjalanan pulang ke Taipei. Ia jatuh hati kepada Dira Alwin, pemuda ganteng asal Jakarta yang hendak membuat reportase tentang Taiwan karena konon berhasil di bidang pertanian.

Chen Chen menyesal saat dijemput kakaknya, Belinda, di bandara. Rasa jengkelnya muncul karena perhatian Dira malah cenderung ke Belinda, yang matang, anggun, dan memancarkan kesungguhan.

Tetapi, Chen Chen yang urakan lebih disenangi Dira karena bicaranya mengasyikkan. Matanya berbinar jika mengagumi dan ia seolah tak menyimpan rahasia.

Namun, mengapa lelaki ini menghubungi Belinda setiba di hotel, bukan menelepon Chen Chen? Meski begitu, Chen Chen berusaha terlihat wajar dengan Belinda. Tetapi akhirnya, ia harus menelan pil pahit kekalahan saat Belinda serius hendak menikahi Dira. Chen Chen baru benar-benar yakin pada rencana tersebut ketika tersiar kabar bahwa orang tua Dira akan menghadiri pesta pernikahan. Wanita itu menyembunyikan tangis di kamarnya.

Menjelang pukul 22.00, Chen Chen telah terdampar di ruang disko. Ia lalu diseret oleh 'anjing Taipei', gerombolan pemuda berandal yang umumnya anak orang kaya. Kemudian, ia terdampar di Peitou, kota kecil yang dikenal sebagai kota pelacuran.

Di kota itulah lahir pekerja seks komersial muda berusia 12-15 tahun yang menjual diri. Mereka dibayar mahal di hotel-hotel Kota Taipei. Ia pun terseret pesta mabuk-mabukan dan seks bebas yang mengerikan di suatu hotel samaran.

Namun, siapa sangka kalau Chen Chen akhirnya menjadi ustadzah sekaligus pemimpin suatu pesantren putri. Lika-liku maupun pahit getirnya kehidupan dan proses ber-Islam-nya membentuk Chen Chen menjadi muslimah yang kuat dan tegar, bahkan setelah ditinggal mati suaminya.

Novel Islami ini sangat menyentuh dan mengharukan untuk dibaca. Lebih dari itu, novel ini pun bertabur hikmah kehidupan yang amat berharga. Karena itu, terlalu sayang untuk dilewatkan. Dari novel ini, kita bisa mengambil hikmah bahwa kehidupan harus dijalani secara ikhlas. Dengan keikhlasan, kita akan tenang menjalani hidup.

Tags: